Rp99.000

Penulis            : Nurul Vidya Utami (@BYPNVU)

Ukuran           : 14 x 20 cm

Halaman        : 380 hlm

Berat               : 400 gram

Cetakan          : Agustus 2020

ISBN               : 978-602-1201-93-0

Penerbit         : Reneluv

 

Bonus Buku :

-Poster

-2 Photocard

“Mau bersanding bareng lagi nggak?”

“Di mana?”

“Di depan tamu undangan.”

“Di depan wali juga nggak?”

“Jelas.”

“Pakai penghulu juga?”

“Iya.”

“Berarti ada maharnya dong?”

 

Apa definisi KKN menurutmu? Kelompok KKN 14 punya definisinya tersendiri. Dua belas mahasiswa absurd yang memiliki segudang kisah dikumpulkan dalam satu rumah, siap mengabdi kepada masyarakat. Diketuai oleh Dean, mahasiswa pencinta sajak yang tanpa sadar membuat anggotanya baper. Siapa sangka akan banyak cinta lokasi dan cerita lucu selama mengabdi?

Hanya dalam waktu sebulan bisa membuat mereka jatuh cinta, tapi akankah berlangsung selamanya?

 

P.S: Kalau kamu baper, kamu kalah.

Bonus Buku:

-Poster Ilustrasi

-2 Photocard

 

Penulis:

Namanya Nurul Vidya Utami, gadis biasa yang lahir waktu selesai kericuhan ’98, tumbuh sebagai siswa KTSP angkatan ending, dan wisudawan angkatan Corona. Hobinya rebahan, tidur, rebahan lagi, cita-cita pengen kaya.

Wattpad: bypnvu

Dreame: bypnvu

Twitter: bypnvu

Instagram: bypnvu

 

Keunggulan Novel:

  • Nyesel lu kalau nggak baca KKN
  • Ceritanya bikin baper parah
  • Lucu juga kaya kamu
  • Bertabur lalaki kararasep (cowok ganteng) yang bikin kamu mimisan

Quotes:

  • “KKN; Kuliah Kerja Nyari jodoh.”— Cahyo Atmanegara.
  • “KKN; suasana baru, teman baru, keluarga baru, pacar baru, dasar anak muda!”— Jinan Elrumy.
  • “Hanya ingin terbiasa, sebelum berubah menjadi rasa, dan bersemi menjadi cinta.”— Dean Harsya Attaqi.
  • “Selamat datang di masa di mana milikmu, milikku juga kawan.”— Zoya Safagaluh.
  • “Aku menemukanmu bagai hadiah di kala senja, kamu Dinata Sekala Senja.”—Dean Harsya Attaqi.
  • “Sudah banyak gelombang listrik yang aku amati, tapi cuma gelombang cintamu yang menarik perhatian hati.”—Jefrey Aldebaran Syauqi.
  • “Cukup jadi indah. Jangan terlalu indah. Aku takut kamu direnggut orang.”— Dean Harsya Attaqi.
  • “Seperti radar, berkomunikasi bisa mendeteksi seberapa jauh perasaan yang tersimpan.”—Devana Arutala Pasha.
  • “Cemburu itu wajar, yang nggak wajar itu orangnya. Padahal cuma teman kenapa cemburu?”— Zoya Safagaluh.
  • “Kadang hidup itu seperti sinetron, yang baik disangka jahat, yang jahat disangka baik.”—Adam Yuta Shadiqa